Rabu, 08 Oktober 2014

TEKA TEKI KABIN YANG GELAP

                       TEKA TEKI KABIN YANG GELAPBY HAFIZ FAHMI RASYID

Aku  duduk  di  sudut  ranjang  tidur  serta  mengigat  kejadian  yang  baru  saja aku  lihat,  aku  berusaha  untuk  melupakannya tapi  tetap saja  tak bisa , ini  sangat  menggangguku  dan  membuat  aku  ketakutan  bila mengingatnya .     
sore, waktu  aku pulang  sekolah  bersama  teman-temanku  dan  kami melewati  hutan  yang  biasa  kami  lewati,  tapi  pada  saat  ini  ada  yang  aneh  dengan  hutan  ini  kami memikirkannya  ini  hanya  mendung  biasa  ketika  hujan  ingin  turun,  hawa  dingin  pun  menyambar  tubuh  mungil  kami  berlima  ini aku  (reza), roni, rido,  misel, dan maya. kami  berlima  sudah bersahabat  dari  kecil  .  rido  mengeluarkan  sweater  yang  dibawanya.

hutan  semakin  gelap,  perjalanan  semakin  panjang sedangkan maya terlihat lelah  disertai wajahnya yang mulai memucat . maya terjatuh, pingsan di tengah perjalanan sontak kami langsung panik  dan  menggerumbungi maya  dengan  terpaksa  kami singgah  ke  dalam  kabin  yang tidak jauh dari sana.

"tok tok tok ...assalamualaikum" aku menggedur pintu
"za ! kok gak ada jawaban " kata roni 
tanpa bercakap dan berkata misel langsung memegang gagang pintu yang terbuat dari tulang kerbau itu .
srettttttt........pintu pun terbuka perlahan sampai terbuka penuh dengan memamerkan isi ruangan depan dikabin tersebut ,
" nggak ada orang ? " kata aku
" iye nggak ada orang kita la
ngsung masuk aja yuk !" jawab misel

dengan lemas maya berkata " nggak ah gua takut " 
"udah tenang aja kan disini ada kami yang ngejaga lo may !"
misel masuk duluan dengan beraninya masuk kekabin yang gelap dan hanya ditemani satu senter .

 dengan detak jantung yang nggak beraturan kami menuju semakin dalam rumah itu ,lampu semakin  meredup  penerangan tidak terlalu jelas  .
crep... senter pun mati kami hanya terdiam berdiri dirumah tersebut tanpa cahaya sama sekali , hitam dan gelap tanpa penerangan kami berjalan dengan meraba raba dinding kabin yang berdebu sangat tebal itu .
"dug dug dug " suara seorang yang berjalan mendekati keberadaan kami, kami hanya berdiri tanpa merasakan leleh karena tubuh sudah dimakan oleh ketakutan .

dug dug .............. dan diam suara yang membuat kami ketakutan itu tak ada lagi , dengan merasakan tenang tiba tiba muncul seorang tua  dengan muka yang hancur muncul tiba tiba didepan kami dan membawa balok kayu besar ,
yang akan menghantam tubuh kami ini ..


kami lari dengan berpencar nyang tak tau harus jaln kemana   ketakutan sudah menjalar diseluruh tubuh ....aku menemui sebuah pintu yang berukuran sedang , aku membukanya dengan rasa yang penuh ketakutan,  " bila aku membuka pintu ini dan aku bertemu kakek itu lagi aku pasrah saja " gumamku di dalam hati .
aku menemui sebuah ruangan tidur semacam kamar anak yang didalamnya terdapat seorang anak perempuan  sedang duduk disudut tempat tidur, aku ingin menghampirinya tapi tiba tiba datang seorang  pembantu wanita yang membawa pisau di tangan nya dan langsung menusukan pisau itu tepat di dadanya .aku menjerit tapi dia tidak dengar. aku kembali menjauhi kamar itu sambil perlahan menengok kebelakang ..........jrengg(tau nggak apa ini ).

aku tidur di tengan tengah temanku didalam rumah sakit ..dan datanglah orang tua kami kami bertanya tanya tentang tadi lalu mereka menjawab" tadi kalian di temui di gubuk pos ronda " kami merahasiakan tentang ini ke orang tua kami " sampai sekarang ....


1 tahun kemudian..........................
orang tua ku ada di luar kota sekarang , aku bosan .dan duduk disudut ranjang . tiba tiba pembantuku membawa susu coklat kesukaan ku tapi ,,,dia seperti menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya .
" mbak apa itu yang kau sembunyikan "
" kau ingin tau?"  sambil mengeluarkan pisau 
" UNTUK APA MBAK ITU PISOU ?'' 
CROTTTTTT....................... DARAH BERCUCURAN DI RANJANG DAN LANTAI 
  PERSIS SEKALI PAS REZA MELIHAT SEORANG ANAK PEREMBUAN TERBUNUH DI DALM KABIN TERSEBUT ,DAN UNTUNGNYA NYAWA REZA TERSELAMATKAN DAN PEMBANTUNYA DIPENJARAKAN 
,............................................................................................END



INGIT LOH INI CERITA BOONGAN  

1 komentar: